Jumat, 07 Juni 2013

Masakan Thailand ala Warungan > Tulisan Kompas.com


KOMPAS.com - Masakan Thailand semakin naik daun di kalangan orang Indonesia. Sebut saja Tom Yum yang disajikan berkuah hangat sudah pasti menjadi salah satu yang digemari.

Kebanyakan masakan Thailand menjadi menu yang disajikan di restoran maupun hotel mewah. Namun Mery, salah satu warga Kuta, Bali membawa masakan Thailand dalam bentuk menu warungan.

Warung Mery yang bernama Bho Bho Thai berada agak terselip dari jalan utama Sunset Road, Kuta. Tepatnya di Jalan Dewi Sri I, Kuta, Bali tak jauh dari salah satu pusat oleh-oleh ternama di Bali yakni Krisna.

 


Meski berkonsep warung, namun tempat yang dimiliki Mery cukup bersih. Tamu yang datang juga bisa melihat sendiri proses Mery memasak. Sementara soal rasa, tak jauh beda dengan dengan rasa masakan yang disajikan restoran dan hotel berbintang.

Apalagi sang pemilik, mengaku pernah bekerja di salah satu restoran Thailand dalam waktu cukup lama.

Warung Bho Bho Thai didirikan Mery bersama suaminya. Nama Bho Bho berasal dari bahasa Mandarin yang berarti nenek. Mery meracik sendiri seluruh hidangan yang disajikan di warung. Sedangkan untuk resep, ia mengakui menyerap ilmu saat bekerja di restoran Thailand tersebut.

 

Sebagai warung Thailand, tak ketinggalan sudah pasti Mery menyediakan menu Tom Yum. Tom Yum buatan Mery, ia berikan tingkatan kepedasan yakni tidak pedas, sedang dan pedas sekali. Tingkat kepedasan dicantumkan pada daftar menu dengan membubuhkan gambar cabe.

Salah satu menu kreasi Mery adalah nasi goreng nanas. Yang membuat berbeda dari nasi goreng buatannya adalah bumbu utama nasi goreng yaitu bumbu kari. Sedangkan nanas ia tambahkan sebagai penyegar rasa nasi goreng.

Selain itu Mery pun banyak membuat sajian camilan. Sebut saja fish cake yang terbuat dari ikan tuna dipadu dengan buncis yang dipotong kecil-kecil, lumpia dan sticky rice dengan potongan mangga.

 

Warung Thailand Mery baru dibuka selama tujuh bulan belakangan. Meski demikian, warung makannya telah mempunyai pelanggan yang sebagian besar adalah turis-turis asing dan pekerja yang berada di lingkungan dekat warungnya.

Seperti Tracy yang merupakan warga Australia. Tracy yang sudah tiga tahun menetap di Bali mengaku baru pertama kali datang ke warung diajak oleh kawannya, Donna. Sedangkan Donna sudah beberapa kali datang ke warung Mery.






"Ya saya suka masakannya. Besok saya akan datang lagi membawa teman saya," ujar Tracy.

 Menyinggung kebersihan warung makannya, Mery mengatakan hal tersebut menjadi pilihan turis asing untuk datang. Sedangkan harga murah karena berkonsep warung menjadi salah satu penarik warga lokal.

Penulis : Fitri Prawitasari


Tidak ada komentar:

Posting Komentar